Tentang Kami

SMP NEGERI 1 WELERI RIWAYATMU DULU

Narator:

Romdonah, S.Pd., M.Pd.

 

Sumber Data:

Haji Sanoesi GYD, BA. Tahun 2009

Haji Suparto Tahun 2020

Dokumen Sekolah

Pada bulan Agustus 1963 Bapak Hartanto Ketua PPW (Persatuan Pelajar Weleri) pada acara halal bi halal mengusulkan didirikan sekolah persiapan jenjang SMP di Weleri. Maka terbentuklah panitia pendiri SMP Persiapan  pada tanggal 28 Oktober 1963. Adapun Panitia Pendiri SMP Persiapan tersebut terdiri dari Bapak Sumadi (Wedana),  Bapak S.H. Prabowo (Camat), Bapak Pardi (Pensiunan Camat), Pengurus PPW, ditambah semua lurah di Kecamatan Weleri.

Bapak Hartanto dan Bapak Sanoesi dari PPW (Persatuan Pelajar Weleri) mengajukan permohonan pinjam tempat untuk keperluan tersebut. Akhirnya disetujui berada di sebelah timur Kecamatan Weleri  (TK Siwi Peni) dengan dibukanya dua lokal kelas. Sekolah ini diampu oleh guru-guru yang bersemangat tinggi yakni Bapak Sanoesi, Ibu Giyanti, Ibu Kusumastuti, Ibu Martini, Bapak Pardi. Bahkan ada guru yang berasal dari Juana Pati yang ditugaskan untuk membantu di sekolah persiapan ini yakni Bapak Sunaryo.

Satu tahun berjalan, sekolah ini dipindah lokasinya ke gedung bioskop lantai atas (Sekarang menjadi Kantor Pos Weleri). Personil gurunya bertambah untuk memperkuat sekolah ini, yakni dengan bergabungnya Bapak Sutadi, Bapak Rahmad, Bapak Suparto, dan Bapak Toyo sebagai guru.

Untuk mengembangkan sekolah ini panitia dan para lurah mencari donatur. Para donatur tidak hanya dari warga asli Weleri yang memiliki bidang usaha, namun juga para etnis Tionghoa juga ikut serta menjadi donatur.  Adapun donatur tersebut di antaranya, Kian Him (Apotek), Liem Kian Han (Toko Onderdil), Pabrik Rokok, dan Bah Wong Sing (Toko Sami Jaya). Berkat usaha panitia, para lurah, dan para donatur, pada tahun 1963/1964 sekolah persiapan ini berkembang menjadi  empat lokal kelas yang didirikan di Dukuh Jatisari (yang sekarang ini menjadi Jalan Raya Timur 3). Pada tanggal 14 November 1970, tanah milik Desa Weleri seluas 6000 tersebut diserahkan secara mutlak kepada Panitia Pendiri SMP Persiapan Negeri Weleri dengan  nomor surat: 20/XI/Ds/70.

Situasi politik dalam negeri saat itu juga memengaruhi pembelajaran di sekolah ini. Dengan adanya peristiwa G 30 S/PKI tahun 1965, maka pada tahun 1967/1968 terpaksa ujian bagi kelas III diundur. Namun demikian, hal ini tidak menyurutkan semangat para guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar dan meraih prestasi. Hal ini dibuktikan dengan turunnya Surat Keputusan  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia  nomor: 095/O/1973 tanggal 23 Mei 1973 tentang perubahan status SMP Persiapan Negeri Weleri di Kabupaten Kendal menjadi SMP Negeri Weleri.

Di bawah kepemimpinan Bapak H. Sanoesi GYD, BA.,  pembangunan kelas pun bertambah di sebelah utara. Pada tahun 1980, sekolah ini ditinggikan karena sering kebanjiran pada musim penghujan. Pada Tahun 1982 ada penambahan bangunan ruang keterampilan. Pada tahun 1983 Bapak Sanoesi harus mutasi ke SMP Negeri Gemuh.

Pada tahun 1986 SMP Negeri Weleri berubah nama menjadi SMP Negeri 1 Weleri dengan berdiri dan beroperasinya SMP Negeri 2 Weleri yang berlokasi di Rowosari. Berkat prestasi yang telah diraih, sekolah ini mendapat kepercayaan dari pemerintah dengan menyandang status Sekolah Standar Nasional (Tahun 2005) dengan nomor SK 960/C3/Kp/2005, Persiapan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (Tahun 2008)  dengan nomor SK 1739/C3/DS/2008, Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (Tahun 2009-2012) dengan SK nomor 2105/C3/KP/2009, dan Sekolah Rujukan (Tahun 2016-2018) dengan SK nomor1686/D3/KP/2016.

Seiring bergulirnya waktu, SMP Negeri 1 Weleri telah berganti pimpinan. Bapak Sanoesi, GYD, BA. (tahun 1963-1980), Bapak Soeprapto Prawirosudarmo, BBA. (Tahun 1980-1990), Bapak Sanoesi, GYD, BA. (Tahun 1991-1995), Bapak Basoeki, BA (Tahun 1995-2000), Bapak Drs. Agus Rifai, M.Pd. (Plt. Oktober-Desember Tahun 2000), Bapak Siswaji, BA (Tahun 2001-2004), Bapak Djatmiko, BA (Tahun 2004-2005), Ibu Indar Suci Mulyani, S.Pd., MM., (Tahun 2005-2009), Bapak Muhitul Himam, S.Pd., M.Si., M.Pd., (Tahun 2009-2014), Kusnanto, S.Pd. (Plt. 21 hari tahun 2014), Bapak Agus Suwanto, S,Pd., M.Pd. (tahun 2014-2017), dan Ibu Kustinah, S.Pd., M.Si. (Tahun 2017 sampai sekarang)

Jika dilihat dari logo SMP Negeri 1 Weleri hasil karya Bapak Ombang Esti Wijayanto, S.Pd. dan Ibu Romdonah S, Pd., M.Pd. yang dibuat pada tahun 2006 mengalami perubahan. Pada tahun 2008 pada logo tertera tulisan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, maka pada tahun 2012 mengalami perubahan. Hal ini sebagai dampak dihapuskannya status RSBI pada semua sekolah di Indonesia oleh Mahkamah Konstitusi. Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional diubah menjadi kalimat sengkalan Jawa yang dibuat oleh Ibu Romdonah, S.Pd., M.Pd. dengan bunyi “Lir Mangsa Ambuka Bawana” Lir menunjukkan angka 3, Mangsa menunjukkan angka 6, Ambuka menunjukkan angka 9, dan Bawana menunjukkan angka 1. Jika dibaca dari  belakang menunjukkan angka 1963 sebagai angka tahun lahirnya SMP Negeri 1 Weleri. Secara makna kata kata  lir artinya seperti, mangsa artinya waktu, ambuka artinya membuka, bawana artinya bumi atau dunia. Sengkalan tersebut jika diartikan bermakna seperti waktu yang akan membuka dunia. Hal ini merupakan wujud doa. Barang siapa yang menuntut ilmu di SMP Negeri 1 Weleri diharapkan mampu membuka dunia sebagai jalan menuju kesuksesan. Beberapa alumni yang telah sukses dan dapat dijadikan contoh dan sumber inspirasi yakni Dokter Kolonel  Udara Agus Rohadi Lukito yang menjabat Dokter Pribadi Presiden, Dokter Widyayati Djaelani Kepala Rumah Sakit Umum Ketileng Semarang, H. Agus Toni Judi suwarja Kepala Bina Marga DKI Jakarta, dan masih banyak lagi kesuksesan alumni SMP Negeri 1 Weleri tak terhitung jumlahnya.