MERENDA ASA DI MASA PANDEMI MELALUI ADIWIYATA

OLEH: ROMDONAH, S.Pd., M.Pd.

 

Bulan Maret 2020 pandemi COVID-19 melanda dunia yang tak terkecuali di Indonesia. Ini berati telah  sepuluh  bulan  lebih  negara Indonesia harus menghadapi pandemi ini. Berdasarkan pantauan Pikiran-Rakyat.com dari laman covid19.go.id, jumlah kasus di Indonesia per Minggu, 10 Januari 2021 mencapai 828.026 orang. Terjadi penambahan pasien positif sejumlah 9.640 orang dalam kurun waktu 24 jam. Dalam kurun waktu tersebut menurut Update Covid-19 Dunia,  total kasus tembus 90,6 Juta Jiwa. Sementara itu, sebanyak 7.513 orang dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona. Sehingga menyisakan 122.873 kasus aktif.

 Pandemi COVID-19 juga telah memberi dampak luar biasa pada kehidupan masyarakat. Baik itu di bidang ekonomi, sosial, maupun kesehatan.  Sebagai upaya pengendalian terhadap penyebaran Covid-19, pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan sosial. Salah satunya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 21/2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19. Kemudian diturunkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 9/2020 tentang Pedoman PSBB. Di Jawa dan Bali  sejak tanggal 11-25 Januri 2021 pemerintah juga telah menerapkan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB). Tentu saja hal ini menuntut seluruh masyarakat untuk beradaptasi. Kegiatan PSBB menegaskan kembali tentang pembatasan-pembatasan aktivitas sosial. Hal itu dikarenakan COVID-19 tergolong mudah menular, khususnya melalui interaksi yang dekat antarorang ke orang. Pada saat yang sama, pemerintah melalui Satgas COVID-19 meluncurkan kampanye protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19. Sementara pemerintah melakukan 3T (tracing, testing, treatment), masyarakat dihimbau untuk melakukan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan yang semua itu merupakan tanggung jawab semua orang.

Dampak dari  pandemi COVID-19 juga berpengaruh pada dunia pendidikan. Sebagai upaya untuk mencegah pandemi COVID-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan agar sekolah-sekolah meminta siswanya untuk belajar di rumah. Mulai 16 Maret 2020 sekolah menerapkan metode pembelajaran siswa secara daring, di mana setiap siswa harus Belajar Dari Rumah (BDR). Pembelajaran daring menjadi solusi dan alternatif pada masa pandemi  COVID-19 ini. Sejumlah aplikasi ditawarkan di antaranya Goole Clasroom, Zoom, Microsoft Teams, dan WhatsApp (WA). Hal ini sebagai sarana daring interaksi antara guru dan siswa. Tugas guru harus bisa mengelola dan mengefektifkan proses pembelajaran di rumah atau home learning dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan penularan virus corona, juga guru harus melakukan pengawasan dan pengendalian tugas home learning.

SMP Negeri 1 Weleri sebagai calon sekolah adiwayata provinsi pada tahun 2021 tentu saja  terkena dampak.  Program Adiwiyata yang salah satu program Kementrian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup harus disesuaikan dengan kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR). Jika  adiwiyata bertujuan untuk meningkatkan kondisi belajar mengajar yang nyaman dan kondusif serta tempat pembelajaran bagi generasi muda tentang nilai-nilai pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan benar di sekolah, maka saat pandemi hal ini diterapkan di rumah. Sesuai dengan prisip dasar Adiwiyata berkelanjutan, pada masa pandemi ini program adiwiyta  di SMP Negeri 1 Weleri tetap dilakukan dengan cara home learning. Tim Adiwiyata bekerja sama dengan seluruh guru mata pelajaran dan pengampu ekstrakurikuler berupaya untuk mengefektifkan proses pembelajaran home learning yang berkelanjutan dan berkesinambungan.

Pelaksanaan pembelajaran, ekstrakurikuler, dan pembiasaan diri mengintegrasikan aksi penerapan gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup Sekolah (PBLHS) di rumah.  Gerakan tersebut meliputi kebersihan, sanitasi, drainase, pengolahan sampah, penanaman dan pemeliharaan pohon, konservasi air dan konsevasi energi. Dalam hubungannya dengan antara adiwiyata dan pandemi COVID-19, sekolah selalu menghimbau agar siswa menerapkan aksi PBLHS  di rumah maupun di luar rumah sesuai dengan protokol kesehatan. Dengan PBLHS, sekolah mengajari siswa untuk mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker yang mengaplikasikan PBLHS. Itu berarti salah satu upaya menghindari terpaparnya COVID-19, yang semakin hari semakin meningkat.

       

Pembelajaran daring adiwiyata pada masa pandemi COVID-19 ini yang berbagai aplikasi diterapkan di rumah. Bahkan setiap kader adiwiyata melakukan kegiatan di rumah dengan mengisi jurnal kegiatan dan foto/video kegiatan lalu dikirim melalui WhatsAPP ke guru mata pelajaran yang memberikan tugas untuk didokumentasikan. Adapun tugas kegiatan siswa disesuaikan dengan mata pelajaran di antaranya:

  1. memilah sampah organik dan anorganik saat mencuci piring sehabis makan pada mata pelajaran PPkn;
  2. membersihkan halaman rumah dan selokan dengan mengukur tinggi air dalam selokan pada mata pelajaran Matematika;
  3. mencuci peralatan ibadah pada mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti;
  4. membuat deskripsi tentang tentang kebersihan lingkungan rumahnya pada mata pelajaran IPS;
  5. membuat poster tentang lingkungan pada mata pelajaran seni budaya;
  6. melakukan cangkok/stek pada mata pelajaran IPA;
  7. menulis puisi tentang lingkungan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Jawa;
  8. mengarang syair tembang macapat bertema lingkungan dan COVID-19 pada mata pelajaran Bahasa Jawa;
  9. berjemur di pagi hari pada mata pelajaran PJOK;
  10. menanam dan merawat 1 tanaman untuk ekstrakuruikuler Pramuka (sesuai dengan Syarat Kecakapan Khusus Penggalang Ramu).

Banyak harapan dari  kegiatan yang diprogramkan oleh TIM Adiwiyata SMP Negeri 1 Weleri bekerja sama dengan guru mata pelajaran serta pengampu ekstrakurikuler tersebut. Adapun harapan itu di antaranya:

  1. mengefektifkan pembelajaran daring
  2. mendukung program adiwiyata sekolah
  3. menanamkan karakter cinta lingkungan dan peduli kesehatan di rumah
  4. terputusnya rantai penyebaran virus corona

Semua harapan itu akan terwujud jika didukung oleh semua pihak yang terkait. Untuk itu seluruh warga sekolah di SMP Negeri 1 Weleri berupaya bahu membahu menyukseskan program Tim Adiwiyata seiring harapan pandemi ini akan segera berlalu. Itulah asa di masa pandemi melalui adiwiyata. Semoga Allah SWT. meridhoi. Aamiin